menyiapkan tambak udang vanname
Budidaya udang vannamei dengan
metode pola tradisional. dalam pemeliharaan udang pola tradisional perihal yang
amat perlu diperhatikan merupakan ketersediaan algae-plankton- dalam tambak.
ketersediaan algae yang cukup (sesuai dengan kebuyang kuharapakahn) akan
menpukulin ketersedian pakan natural bagi udang serta ikan.
Kepadatan metode algae yang
rendah atau melewati batas dalam air tambak akan berdampak negativ terhadapnya pergantian ph air yang terlihat pada antara siang serta malam, yang mana
akan mensugesti udang akan menjadi stress serta selanjutnya udang akan terkena penyakit.
Pengontrolan kepadatan algae dengan cara metode beliah alat pengukur kecerahan dalam tambak yaitu dengan mengfungsikan seci
disk – ( cakram bulat dicat hitam putih berselang seling yang dikasi tongkat
dengan skala dalam cm dari cakram ke ujung yang lain)- keptata metodean algae
yang baik merupakan kalaulau cakram masih bisa terlihat terang terhadapnyapada kedalaman 35-45 cm dari permukaan air.
persiapakan tambak udang
pertama tambak dikeringkan hingga tanah menjadi pecah-pecah kurang lebih 5-7 hari. jangan sampai adanya penumpukan lumut serta lumpur dari siklus lebih
awal tetap adanya hingga siklus berikutnya,
fungsikan kapur pertanian sejumlah 840 kg per ha. kalaulau kamu tak bisa mensuburkan tambak, fungsikan pupuk adalah menambah kadar nitrat sejumlah 15 gr/m2 buat tambak yang berair serta
mengandung bahan organic. segera sebelum mengisi tambak, fungsikan kapur bakar
terhadapnya bagian yang secara merata. pastikan seluruh hewan menetap di tambak dari siklus lebih
awal basmi merupakan mereka bisa menjadi pesaing bagi udang
dalam menmampui pakan natural.
Komentar
Posting Komentar