ikan pati yang di budidayakan
kolam terpal
100 ekor bibit ikan patin ini dipelihara dalam kolam
terpal ukuran kecil, cuma 1,2 m x 2 m saja dengan ketinggian air Aporisma 40
cm. air kolam tergenang dengan tidak sertaya sirkulasi air masuk serta keluar
juga minus aerator. idealnya air kolam buat pemeliharaan ikan patin juga butuh
disiapkan searah lama sebelum penebaran benih mirip terhadapnya budidaya ikan
lele. kolam bisa diisi air serta dilsayakan pemupukan buat menumbuhkan aneka
plankton dalam air.
di sini sistem pematangan air alcita-citannya
merupakan bibit sudah telanjur adanya. sesudah kolam dijernihkan dengan cepat
diisi dengan air susia. segenggam garam serta satu ember air yang dari kolam
ikan lele yang diramalkan cukup bugar ikut dimasukkan ke dalam kolam. bibit
ikan yang tadinya dalam bungkusan plastik dari pcita-citarpun dengan cepat
dimasukkan ke dalam kolam sesudah lebih awal dilaksanakan perendaman wadanyah
sepanjang sekitar setengah pukul supaya mengikuti keadanyaan suhu metode
perlahan. searah besar ikan terlihat bugar serta aktif. seareakah ekor terlihat
tidak kuat serta berMobilitas lamban, kebisa jadian jelas jelas tak fit
semenjak sejak awal sebelum ditebar. pagi harinya, 2 ekor bibit ikan dijumpai
sudah meninggal serta seareakah ekor lagi diramalkan dengan cepat menyusul
alcita-citannya merupakan terlihat lemas. sampai seminggu setelah itu status
kemeninggalan benih mencapakahi 10%. dari pergodaan pertama memelihara ikan
patin di kolam terpal air hening ini, targetnya tak muluk-muluk. ikan banyak
bisa bertahan Haya serta mau tersebutkan nampaknya sudah cukup menggemarakakan.
perkiraan usia panen ikan jenis ini sekitar 4 bulan sampai 7 bulan bergantung
besar atau berat yang di inginkan.
penyakit
kendala pertama yang dialami dari patin kolam terpal
ini merupakan penyakit. memasuki minggu kedua pemeliharaan, seareakah ikan
patin terlihat bintik-bintik putih di sekujur badannya mulai kepala sampai
basertanya. seareakah ikan setelah itu mulai terlihat megap-megap serta satu
persatu meninggal bergiliran. tak tahu persis apakah jenis penyakit ini, pukul atau white spot
(bintik putih) yang tak jarang mengakibatkan kemeninggalan massal terhadapnya
bibit ikan. kebisa jadian lebih besar ke penyakit pukulur alcita-citannya
merupakan dalam pernyebarannya tampak pula bentuk mirip serat benang yang berwarna
putih memanjang. selain kamu di atas, penyakit ini diberi dengan perasertagan
di area sekitar patil ikan patin. selain kamu fisik di atas, penyakit ini juga
dikamui dengan berkumpulnya ikan di antara sudut kolam bergerombol serta
berFriksi.
buat mengatasi penyakit ini seareakah kunoh sudah
dicoba, mirip merendam ikan beberapa menit di larutan methylene blue serta pk,
serta mengubah semua air kolam dengan yang baru. kemajuan tak terlantas nampak
serta bintik putih terhadapnya ikan tetap saja bertambah banyak di iringi
kemeninggalan ikan. akhirnya, dicoba kunoh melarutkan mb serta pk pribadi ke
dalam kolam saja, 2 tutup botol / meter persegi tiap dua hari. ikan tetap
dikasi tersebutkann sekedar serta sepuluh hari setelah itu ikan yang terResidu
terlihat mulai bugar serta bintik putih terhadapnya badan ikan juga menglenyap.
diramalkan Residu ikan tinggal 40-50% saja yang masih selsangat. berikut di
atas gambar ikan patin kolam terpal yang berumur 70 hari sesudah tebar. dengan
pakan model 2 kali sehari, ikan sudah tumbuh menjadi 40 gram per ekor dengan
panjang 15 cm. saat tebar benih ikan patin ini beratnya 10 gram per ekor serta panjang kisaran 9 -11 cm per ekornya.
Komentar
Posting Komentar